Fathu Makkah puncak kemenangan dakwah Nabi Muhammad ﷺ
Fathu Makkah atau Penaklukan Makkah terjadi pada bulan Ramadhan tahun 8 Hijriah. Ini adalah puncak kemenangan dakwah Nabi Muhammad ﷺ setelah bertahun-tahun menghadapi penolakan, pengusiran, dan penindasan dari kaum Quraisy.
🔹 Latar Belakang:
Perjanjian Hudaibiyah pada tahun 6 Hijriah semula menjamin gencatan senjata antara kaum Muslimin dan Quraisy. Namun, Bani Bakar — sekutu Quraisy — melanggar perjanjian dengan menyerang Bani Khuza’ah, sekutu Muslim. Ini menjadi alasan kuat bagi Nabi ﷺ untuk membebaskan Makkah dari kezaliman.
🔹 Jalannya Penaklukan:
Rasulullah ﷺ memimpin sekitar 10.000 pasukan Muslim menuju Makkah. Mereka masuk dengan damai dan hampir tanpa perlawanan karena kebanyakan penduduk Quraisy memilih menyerah. Nabi ﷺ memerintahkan pasukan untuk tidak membunuh kecuali jika diserang, serta melarang penjarahan.
Beliau memasuki Makkah dengan penuh kerendahan hati, menundukkan kepala di atas unta beliau sebagai tanda syukur kepada Allah. Setelah itu, Nabi ﷺ menghancurkan berhala-berhala di sekitar Ka’bah sambil membaca ayat:
وَقُلْ جَاءَ الْحَقُّ وَزَهَقَ الْبَاطِلُ ۚ إِنَّ الْبَاطِلَ كَانَ زَهُوقًا
“Dan katakanlah: Telah datang kebenaran dan lenyaplah kebatilan. Sesungguhnya kebatilan itu pasti lenyap.” (QS. Al-Isra: 81)
🔹 Hasil:
Nabi ﷺ memberikan ampunan umum kepada penduduk Makkah, termasuk orang-orang yang dulu paling keras menentang beliau. Banyak dari mereka kemudian masuk Islam secara sukarela karena melihat keagungan akhlak Rasulullah ﷺ.
Pelajaran:
Fathu Makkah mengajarkan puncak kemenangan dakwah: pengampunan, rahmat, dan penghancuran kemusyrikan dengan kelembutan. Tidak ada balas dendam, yang ada hanya pembersihan Ka’bah dan pengembalian Makkah sebagai pusat tauhid.
Komentar
Posting Komentar