Hijrah Nabi Muhammad ﷺ ke Madinah
Setelah Bai’at Aqabah Kedua, kaum Muslimin di Makkah memiliki harapan baru. Allah ﷻ memberikan jalan keluar dari penindasan Quraisy dengan mengirim kaum Anshar dari Yatsrib (Madinah) yang siap menampung dan melindungi Rasulullah ﷺ serta para sahabat.
Perintah hijrah pun turun. Nabi ﷺ memerintahkan para sahabat untuk berhijrah sedikit demi sedikit secara sembunyi-sembunyi. Mereka meninggalkan rumah, harta, dan kampung halaman demi menyelamatkan iman.
Kaum Quraisy geram melihat para sahabat hijrah ke Madinah. Mereka sadar bahwa bila Muhammad ﷺ berhasil bergabung dengan kaum Anshar, kekuatan Quraisy akan terancam. Maka, para pembesar Quraisy merencanakan langkah keji: mereka bersekongkol untuk membunuh Nabi ﷺ.
🌿 Rencana Pembunuhan
Di malam ketika rencana pembunuhan akan dijalankan, Allah ﷻ memerintahkan Nabi ﷺ untuk berhijrah. Untuk mengelabui para pembunuh, Ali bin Abi Thalib رضي الله عنه tidur di tempat tidur Nabi ﷺ dengan berani, rela mempertaruhkan nyawa demi melindungi Rasulullah ﷺ.
Sementara itu, Nabi ﷺ keluar rumah dengan izin Allah ﷻ. Beliau membaca ayat-ayat Al-Qur’an dan Allah pun membutakan pandangan para pembunuh. Dengan perlindungan-Nya, Rasulullah ﷺ berhasil lolos dan berangkat bersama sahabat terdekatnya, Abu Bakar As-Siddiq رضي الله عنه.
🗺️ Perjalanan Penuh Risiko
Rasulullah ﷺ dan Abu Bakar bersembunyi di Gua Tsur selama tiga hari untuk menghindari kejaran Quraisy. Kaum Quraisy mengerahkan pasukan dan penjejak jejak terlatih untuk mencari mereka. Mereka bahkan berdiri di mulut gua, namun Allah ﷻ menjaga hamba-Nya dengan cara yang menakjubkan: sarang laba-laba dan burung merpati menutupi mulut gua, membuat orang-orang Quraisy mengira gua itu kosong.
Abu Bakar pun sempat berkata, “Wahai Rasulullah, andai salah seorang dari mereka menunduk, niscaya mereka akan melihat kita.” Rasulullah ﷺ menjawab dengan penuh keyakinan, “Jangan bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita.” (QS. At-Taubah: 40)
Setelah keadaan aman, mereka melanjutkan perjalanan ke Madinah melewati jalur yang jarang dilalui. Dalam perjalanan, mereka menghadapi berbagai rintangan, termasuk dihadang oleh Suraqah bin Malik — seorang pemburu upahan Quraisy. Namun setiap kali Suraqah mendekat, kudanya terjerembab ke pasir, hingga ia sadar bahwa Rasulullah ﷺ dilindungi Allah ﷻ. Suraqah pun akhirnya membatalkan pengejaran.
🌙 Sambutan Kaum Anshar
Setelah perjalanan panjang, Rasulullah ﷺ dan Abu Bakar tiba di Madinah. Penduduk Madinah, kaum Anshar, menyambut Nabi ﷺ dengan penuh sukacita, nyanyian, dan cinta. Mereka berduyun-duyun menyambut beliau dengan lantunan:
“Thala‘al badru ‘alayna…”(Telah terbit bulan purnama atas kami…)
Kaum Muhajirin yang hijrah dari Makkah dipersaudarakan dengan kaum Anshar, membangun persatuan dan kekuatan Islam. Sejak saat itu, Madinah menjadi pusat dakwah, negeri yang bercahaya dengan tauhid dan keadilan.
✨ Hikmah Hijrah ke Madinah
Hijrah bukan sekadar peristiwa sejarah, tapi juga spirit perubahan diri: berpindah dari gelap menuju cahaya, dari keburukan menuju kebaikan, dari maksiat menuju taat.
🌙 Penutup
Semoga kita bisa mengambil semangat hijrah dalam hidup, terus memperbaiki diri, dan mendekat kepada Allah ﷻ dengan penuh pengorbanan dan keikhlasan, sebagaimana Rasulullah ﷺ dan para sahabatnya.
Komentar
Posting Komentar