Perang Bani Qurayza Pentingnya Kesetiaan pada Perjanjian
Perang Bani Qurayza terjadi setelah Perang Khandaq (Ahzab) pada tahun 5 Hijriah. Ini adalah pembersihan terakhir dari pengkhianatan suku Yahudi di Madinah.
🔹 Latar Belakang:
Bani Qurayza tinggal di bagian selatan Madinah dan terikat perjanjian damai dengan Nabi Muhammad ﷺ. Namun, saat Perang Khandaq, mereka berkhianat dengan membelot ke pihak koalisi Quraisy yang mengepung Madinah. Mereka melanggar perjanjian dengan membuka kemungkinan serangan dari dalam Madinah saat kaum Muslimin sibuk menjaga parit.
🔹 Jalannya Pengepungan:
Setelah sekutu Quraisy mundur dari Madinah karena gagal menembus parit dan terhalang badai, Nabi ﷺ langsung memerintahkan pasukan Muslim mengepung benteng Bani Qurayza selama sekitar 25 malam.
🔹 Hasil:
Bani Qurayza akhirnya menyerah. Mereka meminta Sa’ad bin Mu’adz dari suku Aus — yang pernah bersekutu dengan Bani Qurayza — untuk menjadi penengah. Sa’ad memutuskan berdasarkan hukum Taurat bahwa para lelaki dewasa Bani Qurayza dihukum sesuai ketentuan pengkhianatan pada masa itu: lelaki dieksekusi, wanita dan anak-anak ditawan.
Pelajaran:
Peristiwa ini mengajarkan tentang bahaya pengkhianatan, pentingnya kesetiaan pada perjanjian, dan bagaimana Rasulullah ﷺ menegakkan keadilan meskipun keputusan itu berat.
Komentar
Posting Komentar