Kisah Bai’at Aqabah Pertama
Setelah perjalanan dakwah di Makkah semakin berat dan penduduk Thaif menolak seruan beliau, Nabi Muhammad ﷺ tetap teguh melanjutkan dakwah. Meski mendapat penolakan dari kaum Quraisy, Allah ﷻ membuka jalan di luar Makkah: kepada kaum Yatsrib, yang kelak dikenal sebagai Madinah Al-Munawwarah.
Pada musim haji tahun ke-11 kenabian, Nabi Muhammad ﷺ mendatangi para kafilah Arab yang datang berhaji ke Makkah. Di antara mereka, terdapat enam orang dari suku Khazraj yang tinggal di Yatsrib. Kaum Khazraj dan Aus di Yatsrib saat itu sering bertikai dan mendambakan pemimpin yang bisa mendamaikan mereka.
Nabi ﷺ menemui enam orang itu di Aqabah, sebuah tempat di Mina. Beliau mengajak mereka berbicara tentang Islam, tauhid, dan kenabian beliau. Dengan penuh hikmah, beliau membacakan ayat-ayat Al-Qur’an, menjelaskan keindahan Islam, serta memperlihatkan bahwa beliau diutus sebagai rahmat bagi seluruh alam.
Keenam orang Khazraj itu tergerak hatinya. Mereka berkata satu sama lain, “Sungguh, inilah nabi yang telah dijanjikan kepada kita oleh orang-orang Yahudi di Yatsrib! Mereka sering mengancam akan datang nabi ini untuk menundukkan kita. Lebih baik kita mendahului mereka beriman kepadanya!”
Mereka pun membaiat Nabi ﷺ dengan syarat:
-
Beriman hanya kepada Allah ﷻ dan Rasul-Nya.
-
Tidak menyekutukan-Nya.
-
Tidak mencuri.
-
Tidak berzina.
-
Tidak membunuh anak-anak mereka.
-
Tidak berbuat dusta dan fitnah.
-
Taat kepada Nabi ﷺ dalam kebaikan.
Inilah Bai’at Aqabah Pertama, yang menjadi titik awal hadirnya pendukung Islam di luar Makkah. Sepulang ke Yatsrib, keenam orang ini berdakwah kepada kaumnya dengan semangat. Di tahun berikutnya, jumlah kaum Yatsrib yang beriman pun bertambah.
✨ Hikmah Bai’at Aqabah Pertama
📌 Penutup
Dari Bai’at Aqabah Pertama, lahirlah kaum Anshar — penolong agama Allah dan Rasul-Nya — yang siap menampung kaum Muhajirin dari Makkah. Persaudaraan Muhajirin dan Anshar menjadi salah satu keajaiban persatuan dalam sejarah umat manusia.
Semoga kita bisa mengambil pelajaran dari semangat para sahabat dalam beriman, berjanji setia, dan siap menolong agama Allah ﷻ di mana pun berada.
Komentar
Posting Komentar