Perang Ridda Memerangi Orang-Orang Murtad
Perang Ridda atau Perang Memerangi Orang-Orang Murtad adalah serangkaian ekspedisi militer yang dipimpin oleh Khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq radhiyallahu ‘anhu, segera setelah wafatnya Nabi Muhammad ﷺ.
-
Murtad (keluar dari Islam) secara terbuka.
-
Menolak membayar zakat, padahal zakat adalah rukun Islam.
-
Muncul nabi-nabi palsu seperti Musailamah Al-Kazzab (Yamamah), Tulaihah Al-Asadi, Sajjah binti Al-Harith (nabi palsu wanita), dan Al-Aswad Al-‘Ansi di Yaman.
Gerakan ini mengancam runtuhnya negara Islam yang baru berdiri di Madinah.
Beliau mengirim pasukan ke berbagai wilayah:
-
Khalid bin Al-Walid memimpin perang melawan nabi palsu Musailamah di Yamamah.
-
Pasukan lain memadamkan pemberontakan di Bahrain, Oman, Najran, dan Yaman.
-
Beberapa nabi palsu terbunuh, pengikutnya kembali tunduk.
Dalam Perang Ridda, banyak sahabat dan penghafal Qur’an gugur, yang kemudian memotivasi pengumpulan mushaf Qur’an.
🔹 Hasil:
-
Jazirah Arab kembali bersatu di bawah pemerintahan Islam.
-
Otoritas zakat ditegakkan sebagai kewajiban yang tak bisa ditawar.
-
Menjadi pondasi kokoh bagi ekspansi Islam ke luar Arab (Persia & Romawi).
Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu pun dikenang sebagai Ash-Shiddiq dan Pembela Islam Pertama setelah Rasulullah ﷺ wafat.
Komentar
Posting Komentar